Pengertian Dan Fakta Unik Nyepi Di Bali
close

Putuberbagi - Berbagai tutorial blog, tips trik, tutorial komputer, info unik, dan masih banyak lagi.

Pengertian Dan Fakta Unik Nyepi Di Bali

Halo sahabat Putuberbagi, kali ini saya memposting Pengertian Dan Fakta Unik Nyepi Di Bali. Mungkin sahabat semua belum ada yang tau pengertian dan sejarah hari raya nyepi. Nah, disini saya membahasnya dan sekaligus ada beberapa fakta unik hari raya nyepi di bali. Postingan ini saya dapatkan dari blog balipedia.id. Terima kasih atas info dan artikelnya. Sebelumnya saya Putu Sujane mengucapkan,

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru SAKA 1937

Nyepi adalah salah satu hari raya umat Hindu yang dirayakan secara unik. Biasanya hari besar agama dirayakan secara meriah, namun hari raya Nyepi sebaliknya. Saat hari H-nya, semua umat hindu yang merayakan harus mematuhi Catur Brata penyepian, yaitu:
-----
  • Amati Geni
Tidak ada berapi - api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api.
  • Amati Karya
Tidak bekerja, beraktifitas.
  • Amati Lelungan
Tidak bepergian.
  • Amati Lelanguan
Tidak mendengarkan hiburan. Seperti Musik, Radio, Televisi, Handphone, dan barang elektronik lainnya.
-----
Jadi suasananya memang benar - benar sepi seperti terlihat foto dibawah ini.
Foto suasana Nyepi di Bali Putuberbagi
Foto suasana Nyepi di Bali
Hari raya nyepi jatuh pada hitungan tilem kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa - dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Namun tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat hindu melakukan penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Mekiyis/Melis. Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempa Suci) diarak ke pantai atau danau, karena laut atau danau adalah sumber air suci (Tirta Amerta) dan bisa menyucikan segala leteh (Kotor) di dalam diri manusia dan alam.

Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada "Tilem Sasih Kesanga" (bulan mati yang ke 9), umat Hindu melaksanakan upacara Bhuta Yadnya di segala tingkatan masyarakat, mulai dari masing - masing keluarga, banjar, desa, kecamatan, dan seterusnya, dengan mengambil salah satu dari jenis - jenis caru (Semacam Sesajian) menurut kemampuannya. Bhuta Yadnya yaitu masing - masing bernama Panca Sata (Kecil), Panca Sanak (Sedang), dan Tawur Agung (Besar). Tawur atau pencaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala, dan segala leteh (Kekotoran) diharapkan sirna semuanya. Caru yang dilaksanakan di rumah masing - masing terdiri dari Nasi Manca (Lima) warna berjumlah 9 Tanding/paket beserta lauk - pauknya, seperti ayam brumbun (Berwarna - warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang buta Raja, Buta Kala, dan Batara kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.

Mencaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar - nyebar nasih tawur, mengobor - obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda - benda apa saja (biasanya kekul/Kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai Ogoh - Ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama, yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.

Namun, tahukah anda, dibalik hikmah perayaan "Silent Day" ini, ternyata ada beberapa fakta unik nyepi di Bali yang mungkin anda belum diketahui yaitu:
-----
1. Hari Nyepi kita mereduksi emisi dari Gas Karbondioksida (H2O) sebanyak 20.000 Ton dalam sehari.

2. "World Silent Day" yang di rayakan pada setiap tanggal 21 Maret itu di inspirasi oleh Hari Raya Nyepi, dan di ACC oleh PBB.

3. Dalam sehari Nyepi di Bali menghemat listrik sebanyak 60%, jika dirupiahkan sekitar Rp.4 Miliar, atau sekitar 290 Megawatt (MW).

4. Menghemat bahan bakar solar sebanyak 500.000 Liter atau sebesar Rp.3 Miliar. ini akibat pengistirahatkan 2 pembangkit listrik di Bali. Kedua pembangkit yang di stop operasinya tersebut yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) pemaron yang biasa menghasilkan listrik sebesar 80 Megawatt (MW) dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gilimanuk, yang biasa menghasilkan listrik sebesar 130 Megawatt (MW).

5. Pada saat Nyepi juga memberikan ketenangan yang luar biasa. Terutama bagi mereka yang penat dalam bekerja, dan mereka yang jarang bisa berjumpa dan berkumpul dengan sanak keluarga kerena urusan kerja.
-----
Itulah tadi Pengertian Dan Fakta Unik Nyepi Di Bali. Semoga bermanfaat untuk anda semua. Terima kasih kepada balipedia.id.
Referensi: balipedia.id

Kategori :

Terkait : Pengertian Dan Fakta Unik Nyepi Di Bali

10 komentar:

  1. seru sekali ya, harusnya seluruh dunia bisa merayakan nyepi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gan, kalau seluruh dunia merayakan nyepi, pasti bumi akan seperti baru lagi :).

      Hapus
  2. wa.. mas putu aktif ngeblog lagi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kang sofyan.. :D. Apakah kang sofyan masih ngeblog nih?

      Hapus
    2. Iya nih.. Saya kurang fokus, malah gonta-ganti blog

      Hapus
    3. Wah tetep fokus gan. Mana blog agan yang sekarang, biar saya kunjungin :) .

      Hapus
  3. wahh unik y gan hehe :D
    komen back ditunggu mas >> http://kang-en.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gan, memang unik sekali. Sudah saya beri komentar gan.

      Hapus
  4. Di jawa gak ada suasana seperti ini, kalau ada mah bisa mengurangi kemancetan, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gan, tidak hanya itu saja. bisa menghemat listrik, polusi dan lain - lain gan.

      Hapus

Tanpa verifikasi. Berikan komentar anda. Berkomentarlah yang sopan, dan sesuai dengan artikel. By Putuberbagi.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.